Cara Melahirkan Normal dengan Lancar Tanpa Jahitan Sama Sekali

Proses melahirkan normal sebetulnya bergantung pada pribadi masing-masing. Adanya jahitan pada robekan atau episiotomi tetap meninggalkan rasa sakit walaupun sudah diberi penenang seperti anestesi. Dampaknya begitu terasa justru usai melahirkan ketika lepas dari kontrol bidan atau dokter. Mom, mau tahu cara agar bisa melahirkan secara normal? Ini dia.

A. Konsumsi Minyak Zaitun, Teh Daun Raspberry, dan Alpukat

Proses persalinan normal juga dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Minyak zaitun dan alpukat dipercaya bisa melicinkan jalan keluar untuk bayi selama proses tersebut. Caranya bukan dengan digosok-gosokkan dari luar, melainkan dengan cara diminum. Efeknya akan berdampak secara alami dari dalam.

Kulit bagian dalam, termasuk yang menyelubungi calon bayi akan licin. Efeknya bisa lebih baik ketika ditambah dengan 2 cangkir teh daun raspberry tiap hari pada periode trimester terakhir. Cara ini, selain agar bisa melahirkan normal, rupanya bisa memberi rasa nyaman selama proses berlangsung.

B. Tenangkan Diri dengan Aromaterapi

Persalinan yang normal akan sangat terbantu dengan adanya aromaterapi. Khususnya untuk calon ibu yang kerap melakukan pemijatan perineum menggunakan minyak zaitun. Minyak bunga atau aromaterapi akan membuat perasaan lebih rileks. Potensi jahitan saat melahirkan jadi berkurang secara drastis, bahkan bisa tidak ada sama sekali.

C. Latih Otot dengan Gerakan Ringan

Ketika Mom berada pada trimester terakhir, hampir segala bagian tubuh akan menegang. Tentu ini kurang baik apabila dibiarkan dalam periode tersebut hingga proses melahirkan. Latihannya ringan saja, misalnya menggerak-gerakkan kepala, hidung, dahi, lutut, dan bagian tubuh lainnya. Proses melahirkan normal memerlukan usaha yang luar biasa agar berhasil.

Aktivitas lain yang bisa dilakukan di rumah seperti jalan-jalan juga perlu dilakukan. Pada waktu melakukan posisi jongkok, usahakan berpegangan pada benda yang kuat. Begitu pula ketika ingin meminimalisir potensi bayi lahir dalam keadaan sungsang dengan menyentuhkan bagian tubuh ke lantai. Cara memegangnya harus kuat agar tahan tanpa rasa sakit.

D. Kelelahan dalam Hal Apa pun Wajib Dihindari

Bila ingin mendapatkan proses melahirkan normal, maka hindari segala hal yang menyebabkan tubuh jadi kelelahan akut. Soalnya bisa membuka ruang kembali untuk melakukan episiotomi karena adanya gangguan ringan hingga berat. Istirahat serta nutrisi yang cukup sangat bagus untuk mencegah kelelahan tersebut.

E. Melakukan Senam Kegel

Tujuan dari senam ini hanya satu, yakni untuk memperbesar potensi melahirkan normal tanpa jahitan sama sekali. Lakukan senam kegel ketika Mom memasuki trimester terakhir. Seiring berjalannya waktu, otot-otot yang berkaitan dengan lubang pengeluaran akan terlatih. Jadi, ketika datang waktunya untuk mengejan, tidak lantas cedera.

F. Pilih Tempat yang Cukup Luas selama Proses Persalinan

Tempat ketika melahirkan memiliki pengaruh yang cukup besar. Ketika tempatnya sempit, gerak tubuh jadi kurang leluasa. Ditambah lagi ketika suasana di luar atau di sekeliling ruangan sangat ramai. Reaksi janin akan sama dengan reaksi Mom saat menghadapi situasi tertentu.

G. Selama Bersalin, Harap Tidak Mengangkat Bokong

Inilah salah satu kunci dari persalinan normal yang bersifat teknis dan langsung. Kerapkali, pada saat mengejan, tanpa disadari bokong ikut terangkat. Walaupun Mom dalam pengaruh bius, kesadaran untuk mendiamkan bokong pada tempatnya wajib ada. Cara ini cukup ampuh untuk memperkecil potensi episiotomi selama persalinan.

Beberapa tips agar bisa melahirkan normal tersebut bersifat praktis. Tanpa bimbingan langsung dari bidan ataupun ahli janin, Mom bisa langsung praktik sendiri di rumah. Luka jahitan pada saat melahirkan memang tidak terasa sakit. Tapi setelah keluar dari rumah sakit, dalam beberapa hari saja akan terasa dampaknya yang bisa mengganggu keseharian.

Tanda Awal Kehamilan yang Tidak Pasti dalam 3 Minggu Pertama

Tidak banyak yang menyadari tanda awal kehamilan yang terjadi pada 3 minggu pertama. Kebanyakan baru disadari ketika menginjak usia kehamilan 4-6 minggu. Rata-rata tanda yang kita bahas nanti memang mengacu pada kondisi normal seorang wanita pada umumnya. Jadi, tidak dapat dipastikan memang hamil atau belum. Lebih lengkapnya, inilah 6 tandanya.

A. Perubahan Ukuran Buah Dada

Kerapkali, perubahan seperti ini dihubungkan dengan tanda awal kehamilan. Perubahannya tidak sekadar besar, tapi juga lebih sensitif dan lebih lembut ketika disentuh. Hal itu disebabkan oleh adanya pembengkakan pada kelenjar montgomery. Jadi tampak lebih jelas. Hanya saja, perubahan semacam ini tidak serta-merta langsung dianggap sudah hamil.

B. Kemungkinan Adanya Anoreksa

Rata-rata, orang hamil itu bawaannya mual-mual dan rasa tak enak pada perut. Seakan-akan, berbagai bau yang menyengat merupakan siksa baginya. Kalau memang begitu, memang betul merupakan tanda di awal kehamilan. Akan tetapi, kemungkinan lainnya terbuka. Misalnya terjadi potensi gangguan kesehatan yang berhubungan dengan anoreksa.

Sampai sekarang, penyebab anoreksa belum diketahui secara pasti. Masih simpang-siur diakibatkan oleh faktor psikologis, genetika, lingkungan, biologis, maupun lainnya. Satu hal yang jelas, bahwa anoreksa itu sama sekali bukan tanda awal kehamilan. Tapi bisa jadi, gara-gara perubahan sewaktu hamil, Mom bisa terkena anoreksa. Mudah-mudahan tidak.

C. Badan Terasa Mudah Lelah

Wajar jika seorang ibu yang hendak hamil mengalami tanda ini. Walaupun tidak semua bumil mengalami gejala dengan porsi yang sama, setidaknya dari segi kelelahan itu meningkat daripada biasanya. Tapi ada pula yang kerap membuat bumil terkecoh, yakni gejala akibat gangguan kesehatan seperti kadar gula yang rendah hingga menyebabkan pingsan.

D. Ngidam

Orang seringkali menafsirkan, bahwa wanita yang berhenti menstruasi dan ngidam itu dianggap sedang hamil. Padahal tanda semacam ini juga ada pada wanita dewasa yang tengah mengalami PMS. Faktor lainnya seperti meningkatnya asam di lambung juga berpotensi ngidam layaknya seorang bumil.

E. Mual-Mual sebelum Trimester Kedua

Gejala ini mayoritas dialami oleh wanita yang hamil. Kira-kira porsinya sebanyak 50% dengan iringan muntah-muntah. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan hormon HCG yang terdapat pada cairan pembentuk urin. Biasanya mengakibatkan pedih dan perih pada lapisan perut. Tanda awal kehamilan ini baru berakhir pada ketika masuk trimester kedua.

Hal itu akan menjadi berbeda ketika mual-mualnya berlanjut hingga trimester kedua. Meskipun periode menstruasi tidak terlihat, gejala ini seyogyanya disampaikan pada dokter ahli saja. Bisa jadi bahaya ketika dibiarkan begitu saja. Daripada semakin serius, bukankah lebih baik mencegahnya dari awal saja?

F. Fenomena Amenore

Kejadian ini hanya terjadi pada seorang wanita yang memiliki periode menstruasi tidak teratur. Penyebabnya bisa karena stres, pola makan yang keliru, maupun kelelahan akut. Saat dianggap usia kandungan berjalan 1 minggu, gejala amenore maupun gejala bumil yang sesungguhnya tidak bisa dibedakan secara jelas. Soal mirip dengan tanda awal kehamilan.

Soalnya fenomena amenore juga membuat seorang wanita tidak haid. Untuk memastikan apakah Mom hamil atau tidak, lebih baik periksakan ke dokter. Ketika sudah dipastikan tidak hamil, maka dokter akan memeriksa kandungan darah, melakukan uji lewat USG dan CT-scan. Mulai sejak itu, lebih baik kurangi olahraga berlebih yang membuat tubuh kelelahan.

Selagi tanda awal kehamilan pada minggu-minggu pertama muncul, tahan euforia dulu. Khawatirnya, ketika nanti terbukti bukan karena hamil, hati jadi kecewa berat. Lebih baik disikapi dengan santai dan biasa saja. Jika Mom memang hamil, syukuri. Segala kemungkinan bisa saja terjadi, seperti tanda-tanda di atas.

Tanda Tanda Kehamilan yang Pasti dalam Kurun Waktu 1-5 Bulan

Tanda-tanda kehamilan itu ada yang pasti dan yang tidak pasti. Khususnya untuk periode 2 bulan pertama. Jika Mom mengalami tanda seperti ngidam, mual, dan kelelahan akut pasca berhenti menstruasi, belum tentu sebagai tanda pasti hamil. Bisa jadi karena PMS atau gangguan kesehatan. Sedangkan yang pasti, inilah tanda-tandanya.

A. Adanya Hasil Positif ketika Tes Kehamilan

Cara mengecek dengan tes cukup sering dilakukan oleh calon ibu yang terindikasi hamil. Biayanya yang murah membuat siapa pun bisa mengeceknya sendiri. Caranya sangat mudah, tinggal cek saja lewat urin yang keluar. Nanti kelihatan apakah positif hamil atau negatif. Hasil positif yang muncul memiliki kemungkinan besar seperti itu.

Sedangkan untuk mengecek tanda-tanda kehamilan yang lebih akurat, datang saja ke dokter. Dengan keahliannya, bukan cuma urin yang dites, melainkan hormon HCG yang terdapat pada urin maupun bagian tubuh terkait. Cara ini bisa 2 kali atau 3 kali lebih akurat. Jika ingin mengecek sendiri, lebih baik cek beberapa hari ketujuh setelah berhubungan intim.

B. Adanya Tanda Chadwick

Tanda-tanda kehamilan yang pasti selanjutnya adalah terdapat tanda chadwick. Perubahan yang terjadi berada di sekitar vagina, terutama di selaput lendir. Secara berkelanjutan, warnanya akan berubah semakin ungu dari hari ke hari kalau memang hamil. Kemunculan tanda ini terjadi pada waktu kehamilan memasuki usia 6 minggu pertama.

Darah yang berada di vagina, serviks, dan labia akan merespons perubahan tingkat hormon. Kalau tidak ungu, warnanya berubah jadi biru. Warna yang timbul itu diakibatkan adanya kemacetan vaskular yang tengah terjadi. Titik-titik akan muncul. Sedangkan jumlahnya per individu itu berbeda-beda. Nantinya, ketika perut membesar, tanda chadwick makin jelas.

C. Adanya Tanda Bracton Hicks

Kemunculan tanda ini terjadi pada minggu ke-20. Bisa juga disebut sebagai tanda-tanda kehamilan usia muda. Pada minggu ke-20, produksi air ketuban akan lebih banyak. Air tersebut akan menggoyangkan uterus sehingga janin dalam kandungan Mom melenting-lenting. Dalam ilmu medis, kondisi seperti ini disebut ballottement.

Pada kondisi tersebut, kerapkali ibu muda merasa seperti ingin melahirkan setelah melihat aktivitas dalam kontraksi tersebut. Tapi, ternyata situasi tersebut bukanlah tanda akan melahirkan. Meskipun lebih sering terjadi di trimester kedua, tapi juga terjadi pada akhir trimester ketiga dengan frekuensi gerakan yang terus meningkat.

D. Adanya Tanda Piskacek

Pada proses implantasi, kondisi uterus akan membesar seiring waktu. Teksturnya berubah menjadi tidak rata dan bahkan bisa tampak lebih menonjol daripada sebelumnya. Tanda ini akan tampak pada usia kehamilan 5 minggu. Bagian daerah telur yang bernidasi lebih cepat tumbuh. Hal itulah yang menyebabkan uterus membesar dengan jalan satu arah saja.

E. Adanya Tanda Hegar

Tanda-tanda kehamilan ini terjadi pada usia sekitar 4-8 minggu pertama. Cara mengeceknya dengan meletakkan dua jari kepada forniks posterior. Sedangkan tangan lainnya ditempatkan di dinding perut. Persisnya di atas simpisis pubis. Pada korpus uteri akan terasa seakan-akan terpisah pada bagian serviks.

Dalam ilmu anatomi fisiologi kewanitaan, forniks posterio ini berada di serviks. Bersamaan dengan forniks anterior dan forniks lateral kanan-kiri. Sedangkan korpus uteri berada pada lapisan paling luar dan menempel pada bagian-bagian kelamin wanita. Di situlah terletak banyak hormon ovarium yang berkaitan dengan usia kematangan ibu hamil.

Tanda-tanda kehamilan tersebut memang berbeda-beda periodenya. Ada yang dalam 1 bulan pertama, ada pula yang lebih dari itu. Dengan mengetahui tanda tersebut, tentu Mom akan lebih tahu kepastiannya. Bukankah hamil muda pada perut Mom sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Bila betul kelima tanda tersebut muncul, selamat berbahagia, Mom.

Ciri-Ciri Hamil Bayi Perempuan dan Perubahan Fisik yang Terjadi

 

Salah satu momen yang paling ditunggu adalah ketika mencermati ciri-ciri hamil bayi perempuan atau lelaki. Buat Mom yang baru hamil di usia muda tentu belum merasakan bagaimana tegangnya momen itu. Nanti dan tunggu saja. Kali ini, kita akan membahas tentang ciri hamil bayi perempuan. Bagaimana saja tanda-tandanya?

A. Detak Jantung Bayi Lebih dari 140 Beat/Menit

Ukuran beat ini baru diketahui ketika Mom sudah pergi ke dokter untuk di-USG. Detak jantung tersebut lebih cepat dibandingkan dengan bayi laki-laki. Seiring waktu, detaknya akan terasa hingga ke permukaan perut. Tapi tidak semua ibu hamil mengalami kejadian luar biasan ini.

B. Tampak Tonjolan yang Sejajar dengan Pinggang

Ciri-ciri hamil anak perempuan berikutnya ini memang tidak semenonjol bayi laki-laki. Tapi kalau diraba, terasa sekali tonjolannya. Arah tonjolannya lebih terlihat ke atas. Hanya saja, ketika dibawa jalan, kurang begitu tampak. Soalnya bumil yang memasuki trimester terakhir juga mengalami pembesaran perut di bagian tersebut.

C. Morning Sickness Lebih Lama

Fenomena berupa morning sickness dialami oleh bumil mana pun di dunia ini. Khusus untuk bayi perempuan, durasinya lebih lama. Betul-betul menguji kesabaran. Tidak hanya itu. Rasa sakit di pagi hari akan bertambah dengan adanya perubahan suasana hati yang lebih cepat dari biasanya.

D. Tidur Paling Nyaman ke Sebelah Kanan

Janin perempuan yang berada pada perut sebetulnya tidak banyak meminta. Kontraksinya juga tidak sehebat bayi laki-laki. Kelembutannya tercermin pada kulit bumil yang mengandungnya. Ketika tidur ke sebelah kanan dirasa lebih nyaman, bukan berarti bertahan dengan posisi seperti itu terus. Selingiliah dengan posisi miring ke kiri meski sesekali.

E. Ibu Hamil Jadi Terlihat Lebih Cantik Dibanding Sebelumnya

Ada yang bilang ciri-ciri hamil bayi perempuan ini sebagai mitos. Apakah betul seperti itu? Percaya atau tidak, ternyata ciri tersebut betul adanya. Meskipun janin belum bisa bersuara, berpendapat, serta minta macam-macam, di dalam perut sudah bisa membawakan suasana. Hal itu akan tercermin pada solah-tingkah ibundanya tiap hari.

Bahkan kebanyakan ibu hamil yang mengandungnya jadi lebih suka melakukan perawatan diri. Padahal sebelum hamil terkesan cuek. Meskipun beberapa tetap ada yang cuek. Apakah Mom mengalami hal yang serupa dan lebih suka berlama-lama di depan cermin? Tapi, ketika memakai kosmetik, hindari penggunaan yang berbahan kimia biar tidak berbahaya ke janin.

F. Beban pada Pinggul Terasa Sangat Berat

Ciri-ciri hamil bayi perempuan berikutnya ini sangat khas dan tidak dimiliki oleh bumil yang mengandung bayi laki-laki. Makanya jangan heran ketika melihat ada bumil yang aktif berjalan hilir-mudik, padahal kandungannya sudah begitu besar. Bahkan hampir melahirkan. Bisa jadi itu ciri-ciri akan memiliki bayi laki-laki.

Meskipun beban terus bertambah berat, Mom tetap wajib aktif bergerak. Setiap pagi usahakan rutin berjalan tanpa alas kaki. Sebentar saja. Biar sendi dan otot-otot kaki terbiasa dengan peregangan. Jika menjelang persalinan, ciri-ciri hamil bayi perempuan ini akan menjalar hingga ke punggung. Begitu melahirkan, serasa tulang-tulang lepas semua.

G. Rambut Bumil Jadi Lebih Tipis serta Kusam

Meskipun pembawaan wajah dan fisik wanita yang mengandung bayi perempuan jadi lebih cantik, tapi perubahan rambut ini tidak bisa dipungkiri. Tanda-tandanya baru kelihatan ketika memasuki trimester ketiga hingga jelang melahirkan. Sedangkan untuk usia 1 minggu pertama atau trimester awal, belum tampak sama sekali.

Ciri-ciri hamil bayi perempuan tersebut hampir pasti dialami oleh bumil mana pun yang bersangkutan. Ketika sudah menyadari berbagai perubahan yang terjadi, jaga selalu hati Mom. Jangan sampai selama proses hamil diiringi dengan stres akut. Nanti bisa berdampak pula pada janin yang berada dalam kandungan.