Pentingnya Imunisasi Tifoid Untuk Kesehatan

Tifoid merupakan salah satu penyakit demam yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Demam ini bisa menyebabkan gejala badan terasa lemas, demam tinggi, nyeri ulu hati, berkurangnya nafsu makan, nyeri kepala dan timbulnya bercak merah pada kulit. Jika tidak segera ditangani dan diobati, maka penyakit ini bisa saja menimbulkan kematian pada si penderita. Nah, untuk menghindari hal tersebut maka perlu dilakukan imunisasi Tifoid.

Pengertian Imunisasi Tifoid

Imunisasi Tifoid adalah salah satu imunisasi untuk mencegah penyakit tifus. Imunisasi ini menjadi salah satu imunisasi yang dianjurkan, namun tidak diwajibkan oleh pemerintah. Sama seperti vaksi yang lain, vaksin Tifoid tidak memberikan perlindungan pada anak 100 %. Sebab, anak yang sudah diberikan imunisasi Tifoid tetap masih bisa terinfeksi. Akan tetapi, tingkat infeksi yang dialami anak yang sudah diimunisasi tidaklah seberat pada anak yang belum diimunisasi Tifoid. Selain pada anak-anak, imunisasi ini juga sangat dianjurkan untuk orang-orang yang ingin bekerja ataupun bepergian ke daerah yang sedang dilanda penyebaran penyakit tifus.

Jadwal Imunisasi Tifoid

Pada dasarnya, imunisasi Tifoid tidak rutin diberikan seperti halnya imunisasi polio atau hepatitis B yang harus diberikan pada seseorang saat masih bayi. Imunisasi Tifoid diberikan pada beberapa keadaan seperti di bawah ini:

  1. Orang yang ingin bepergian ke daerah yang sedang rawan infeksi Tifoid
  2. Orang yang melakukan kontak dengan penderita Tifoid
  3. Petugas kesehatan

Imunisasi Tifoid terdiri dari dua jenis, yaitu imunisasi inaktif (suntikan dan imunisasi oral (vaksin yang berisi virus yang telah dilemahkan). imunisasi inaktif tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak yang berusia kurang dari 2 tahun. Imunisasi ini sendiri tersedia dalam bentuk suntikan dosis tunggal dan alangkah lebih baik jika vaksin ini diberikan 2 minggu sebelum bepergian. Untuk pemberian imunisasinya sendiri, biasanya dilakukan atau diulang setiap 2 tahun sekali.

Sedangkan imunisasi Tifoid oral tidak dianjurkan diberikan pada anak yang masih berusia di bawah 6 tahun. Imunisasi ini diberikan dalam 4 dosis dan setiap dosisnya diberikan dalam jarak waktu 2 hari. Namun, untuk dosis yang terakhir sebaiknya diberikan 1 minggu sebelum bepergian. Selain itu, pemberian imunisasi ini juga harus diulang setiap 5 tahun dan dapat diberikan bersamaan dengan imunisasi yang lain. namun, sebaiknya imunisasi Tifoid oral ini tidak diberikan selama 24 jam setelah seseorang mengkonsumsi antibiotik tertentu.

Manfaat Imunisasi Tifoid

Manfaat imunisasi Tifoid di antaranya adalah mencegah sepertiga sampai setengah dari keseluruhan kasus demam tifoid pada 2 tahun pertama setelah dilakukan imunisasi. Oleh Karena itu, jika seseorang melakukan imunisasi ini, maka ia akan memiliki resiko kecil untuk terjangkit penyakit tifus.

Efek Samping Imunisasi Tifoid

Beberapa orang mungkin akan mengalami efek samping setelah melakukan imunisasi Tifoid. Namun, untuk resiko kematian atau gangguan kesehatan berat akibat imunisasi ini sangtalah kecil. Biasanya, seseorang yang diberikan imunisasi Tifoid inaktif akan mengalami efek samping seperti demam, nyeri kepala, dan adanya bercak merah pada bekas suntikan. Sedangkan untuk imunisasi Tifoid oral, biasanya akan muncul efek samping seperti nyeri kepala, demam, mual, muntah, perut terasa tidak nyaman dan adanya bercak merah pada kulit.

Namun, jika Anda mengalami berbagai gejala berat seperti demam tinggi, perubahan perilaku, sesak napas, muncul banyak bercak merah yang banyak yang menonjol pada kulit, kulit pucat, badan lemah, denyut jantung meningkat dan pusing, maka segeralah periksakan ke dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah mengetahui informasi tentang imunisasi Tifoid, apakah Anda sudah paham tentang pentingnya imunisasi ini untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit tifus? Oleh karena itu, jangan lupa untuk melakukan imunisasi jika dirasa imunisasi ini penting untuk Anda.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *