Lakukan Vaksin PCV Untuk Menghindari Penyakit Berbahaya

Vaksin PCV atau yang disebut dengan vaksin pneumokokus merupakan sebuah pemberian imunisasi yang berguna untuk melindungi tubuh dari bakteri pneumokokus. Bakteri yang menginfeksi ini bernama Streptococcus pneumoniae yang mampu menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya seperti pneumonia, meningitis, hingga septikemia. Akibat yang paling berat dari terinfeksinya bakteri ini adalah kerusakan secara permanen pada otak, bahkan kematian.

Pemberian imunisasi ini memiliki tujuan untuk merangsang tubuh membentuk antibodi  terhadap infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang bisa ditularkan melalui udara bebas. Sedangkan manfaat imunisasi adalah untuk memberikan sebuah perlindungan pada tubuh terhadap penyakit Invasive Peumococcal Diseases (IPD) seperti yang telah disebutkan di atas. Penyakit dalam jajaran IPD ini sangat berbahaya karena dapat menyebar melalui pembuluh darah.

Untuk mengetahui informasi lengkap tentang imunisasi ini, mari kita simak penjelasannya berikut.

Kumpulan Informasi Tentang Imunisasi PCV

  1. Kasus infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae ini diperkirakan lebih tinggi tingkat terjangkitnya pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sedangkan jangkauan pemberian vaksin masih rendah. Oleh karenanya, untuk mencegah timbulnya penyakit-penyakit berbahaya, Departemen Kesehatan Indonesia dan WHO memberikan anjuran pemberian vaksin pneumokokus.
  2. Vaksin yang dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit-penyakit berbahaya ini terdiri dari dua jenis. Yakni Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dan juga Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PPV). Jadwal pemberian vaksin adalah sebagai berikut :
  • Vaksin pneumokokus pada bayi diberikan sebanyak 4 kali atau 4 dosis. Dosis pertama diberikan pada bayi yang berusia 2 bulan. Dosis kedua diberikan pada bayi yang menginjak usia 4 bulan, dosis ketiga diberikan lagi pada bayi berusia 6 bulan, dan dosis terakhir diberikan pada bayi dengan usia antara 12 hingga 15 bulan.
  • Sedangkan jika anak tidak mendapatkan vaksin tepat waktu atau mengalami keterlambatan, maka tetap diberikan vaksin sesuai dengan usianya saat itu. Untuk informasi lebih jelasnya Anda bisa menanyakan pada Dokter tentang keterlambatan pemberian vaksin tersebut.
  • Jika anak pada rentang usia 2-4 tahun belum mendapatkan vaksin pneumokokus secara lengkap, maka perlu diberikan lagi satu dosis vaksin.
  • Ada juga vaksin pneumokokus yang diberikan kepada orang dewasa, yakni vaksin PPV. Vaksin ini akan melindungi diri dari 23 jenis bakteri yang bisa menjangkit.
  • Orang yang sudah lanjut usia dengan umur lebih dari 65 tahun juga disarankan untuk mendapatkan satu dosis vaksin PPV yang berguna untuk melindunginya seumur hidup.
  • Orang dewasa yang menderita penyakit kronis maupun perokok pun juga perlu mendapatkan vaksin PPV selama 5 tahunan atau satu kali saja, tergantung dengan jenis penyakitnya.
  1. Cara pemberian vaksin ini adalah dengan cara menyuntikkannya pada bagian tubuh secara intramuskular. Vaksin ini dikemas dengan bentuk prefilled syringe dan memiliki dosis sebanyak 5 ml.
  2. Efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin adalah :
  • Rasa tak nyaman dan juga kulit kemerahan pada bagian yang disuntik.
  • Rasa nyeri ringan hingga berat dan juga pembengkakan pada area yang disuntik.
  • Beberapa anak pernah mengatakan bahwa mengalami rasa kantuk setelah diberikan vaksin.
  • Demam yang ringan sampai dengan tinggi.
  • Timbul reaksi alergi berat, namun kasus ini sangat jarang terjadi.

Berdasarkan informasi-informasi di atas, pemberian vaksin PCV ini tentu sangat penting untuk dilakukan. Karena jika sudah terjangkit, akan menimbulkan komplikasi berat pada penderita. Semoga informasi tersebut bermanfaat.

 

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *