Cegah Penyakit Dengan Pemberian Imunisasi Campak Sejak Bayi

Penyakit campak dalam bahasa kedokteran disebut juga dengan penyakit MMR (Morbili Measles atau Rubella). Penyakit seperti ini disebabkan oleh virus dan sangat menular, terutama pada anak-anak. Umumnya gejala penyakit ini yang dialami anak-anak adalah ditandai dengan munculnya demam, ruam atau bintik-bintik merah hampir seluruh tubuh, mata memerah, batuk, pilek dan sakit tenggorokan. Salah satu cara untuk mencegah penyakit ini adalah dengan pemberian imunisasi.

Imunisasi campak sendiri memiliki pengertian berupa sebuah proses untuk memasukkan virus yang telah dilemahkan ke dalam tubuh. Proses ini memiliki guna untuk merangsang sistem imun tubuh agar bisa menghasilkan antibodi atau kekebalan terhadap penyakit tersebut. Pemberian imunisasi atau vaksin ini sangat bermanfaat untuk mencegah datangnya penyakit tersebut, atau setidaknya untuk mengurangi komplikasi yang ada jika tetap terserang penyakit.

Berikut adalah informasi penting mengenai penyakit MMR yang patut Anda ketahui. Mari kita simak bersama.

Informasi Jadwal Yang Tepat Dalam Pemberian Imunisasi Campak

  1. Jadwal pemberian vaksin berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama vaksin ini diberikan pada bayi dengan usia 9 bulan.
  2. Dosis kedua vaksin ini merupakan sebuah penguatan kedua (second opportunity) yang diberikan pada anak usia 15 bulan setelah dosis pertama. Dengan kata lain diberikan pada usia 24 bulan.
  3. Sedangkan jadwal vaksin yang ketiga diberikan kepada anak saat menginjak kelas 1 hingga 6 SD.
  4. Pemberian vaksin lainnya yakni disebut vaksin MMR yang sudah terdapat kandungan vaksin mumps (gondongan) dan juga rubella. Vaksin MMR ini diberikan kepada bayi yang menginjak usia 15-18 bulan.
  5. Imunisasi MMR ini harus diberikan kepada anak dalam kondisi tubuh yang fit dengan interval minimal 1 bulan sebelum ataupun sesudah penyuntikan imunisasi lainnya.
  6. Jika anak terlambat atau belum melakukan imunisasi, maka pemberiannya tetap harus berjalan sesuai dengan usia saat ini. Jika sekarang usianya antara 9-12 bulan, maka berikan imunisasinya kapan pun saat bertemu. Jika anak telah berusia lebih dari 1 tahun, maka berikan vaksin MMR. Namun jika vaksin MMR sudah diberikan pada usia 15 bulan, maka tidak perlu diberikan imunisasi biasa lagi pada usia 24 bulan. Setelah itu ikuti jadwal pemberian vaksin MMR.

Efek Samping Yang Mungkin Terjadi

  1. Imunisasi ini diberikan dengan cara disuntikkan pada lengan bagian atas. Efek pertama yang mungkin ditimbulkan adalah pada angka 5%-15% pasien akan mengalami demam yang ringan dan juga kulit kemerahan pada area yang disuntik.
  2. Efek yang kedua adalah kemungkinan terjadi infeksi pada area suntikan. Infeksi ini dapat terjadi jika jarum suntik yang digunakan tidak steril.
  3. Kemungkinan selanjutnya adalah anak akan mengalami demam, flu maupun batuk dalam jangka waktu satu minggu setelah penyuntikan terjadi.
  4. Rasa nyeri yang ringan serta pembengkakan pada area yang disuntikkan dalam waktu 24 jam.
  5. Lalu anak mungkin akan mengalami ensefalitis dan kejang demam, namun efek tersebut sangat jarang terjadi, meski pernah ada laporan tentang gejala tersebut.

Pemberian imunisasi campak ini tentunya menjadi salah satu kebutuhan bagi anak. Karena jika sudah terjangkit, penyakit ini akan sangat mudah menular kepada orang lain. Dan jika tidak segera ditangani akan muncul komplikasi-komplikasi yang lebih berat.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *