Ketahui Informasi Lengkap Tentang Imunisasi Polio

Anda pernah mendengar penyakit polio? Penyakit ini disebut juga dengan poliomyelitis. Pengertian sederhananya merupakan sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh virus bernama poliovirus. Virus ini dapat menjangkit seseorang dan menyebar satu sama lain melalui tinja yang telah terinfeksi. Selain itu, virusnya juga dapat tersebar melalui makanan-makanan maupun air yang mengandung kotoran manusia. Kadang kala juga bisa menular melalui air liur yang telah terinfeksi.

Oleh karena itu, untuk menghindari penyakit semacam ini, maka perlu diberikan pencegahan dengan pemberian vaksin atau imunisasi. Imunisasi polio adalah imunisasi atau vaksin yang diberikan kepada anak, terutama saat masih bayi. Pemberian vaksin ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu oral atau melalui mulut (OPV) dan dengan cara disuntik (IPV). Manfaat pemberian vaksin ini adalah untuk melindungi tubuh dari infeksi yang dapat mengancam nyawa penderita. Penyakit ini termasuk berbahaya karena mampu membuat sang terjangkit menderita kelumpuhan secara total.

Nah, berikut adalah informasi selengkapnya mengenai penyakit yang menyerang syaraf motorik otak pada manusia ini. Mari kita simak uraiannya.

Jadwal Pemberian Imunisasi Polio Pada Bayi

  1. Sesuai dengan yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi atau vaksin secara oral (OPV) diberikan kepada bayi saat usia mereka menginjak 2,4,6, dan 18 bulan (bisa usia 2,3, maupun 4 bulan sesuai dengan program dari pemerintah).
  2. Sedangkan untuk imunisasi atau vaksin yang diberikan dengan cara disuntik (IPV) diberikan kepada bayi yang berusia 2,4,6 sampai dengan 18 bulan. Setelahnya diberikan lagi pada anak saat usia 6 sampai dengan 8 tahun.
  3. Jika imunisasi maupun vaksin yang seharusnya diberikan kepada bayi atau anak mengalami keterlambatan, maka vaksin tidak perlu diulang dari awal. Lanjutkan saja proses pemberian vaksin sesuai dengan jadwalnya. Jadi Anda tidak perlu memperhatikan seberapa lama jarak keterlambatannya. Tinggal lanjutkan saja.

Efek Samping Yang Mungkin Terjadi

Pemberian imunisasi atau vaksin ini biasanya tidak menimbulkan efek samping yang berarti. Namun tetap ada kemungkinan-kemungkinan efek samping yang dapat ditimbulkan. Yakni:

  1. Untuk pemberian imunisasi dengan cara suntik, efek samping yang mungkin terjadi adalah kulit menjadi kemerahan pada area yang disuntik. Selain itu, mungkin saja mengalami rasa nyeri atau bengkak pada area tersebut. Hal ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika keluhannya sudah terlalu lama dan gejalanya tidak segera hilang, maka langsung saja periksakan ke Dokter.
  2. Efek samping yang kedua adalah meningkatnya suhu tubuh atau timbul demam. Efek samping yang satu ini bisa terjadi setelah melakukan imunisasi dengan cara suntik maupun oral. Untuk menurunkan demam bisa dengan meminum paracetamol atau ibuprofen. Dosisnya tentu saja disesuaikan dengan usia sang anak. Dan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.
  3. Efek selanjutnya yang mungkin terjadi adalah alergi berat terhadap vaksin. Pada pemberian vaksin dengan cara oral, bisa terjadi reaksi yakni diare ringan tanpa disertai demam. Namun kedua reaksi ini jarang terjadi. Jika memang terjadi alergi berat, Anda bisa hentikan sementara pemberian vaksin kepada Anak. Lalu konsultasikan dan periksakan kepada Dokter.

Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum pemberian imunisasi polio ini adalah anak Anda harus dalam kondisi sehat. Jangan berikan jika anak Anda sedang mengalami demam, diare, atau memiliki masalah imunitas. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *